Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Pra Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pra Materi. Tampilkan semua postingan
Unsur Musik

Unsur Musik

Bila ditanya apakah unsur seni rupa? maka kemungkinan jawabannya akan sama yakni ; titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Namun bila ditanya apakah unsur seni musik? maka masih terasa asing apabila dikatakan bahwa unsur pokok seni musik adalah: SUARA/BUNYI dan DIAM.
Namun demikian adanya, terkadang kita lebih akrab bila dikatakan bahwa unsur seni musik adalah irama, nada, harmoni, melodi, ritme, dan lain sebagainya. Padahal unsur-unsur tersebut hanyalah turunan dari bunyi dan diam.

Unsur musik terdiri dari bunyi dan diam. 
Bunyi, terdiri dari 4 unsur yaitu :
  1. Pitch, merupakan tinggi rendahnya bunyi. ketinggian suara ini ditentukan oleh frekuensi (f) nada tersebut. Semakin besar nilai frekuensinya maka semakin tinggi nadanya. Unsur turunan dari pitch adalah melodi, tangga nada, harmoni, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tinggi rendahnya nada.
  2. Duration, merupakan panjang pendeknya bunyi. Panjang pendeknya bunyi ditentukan oleh lamanya waktu (s) yang dibutuhkan untuk memainkan bunyi tersebut. Unsur turunan dari duration adalah tempo, nilai ketukan, ritme, pattern, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan panjang pendeknya bunyi.
  3. Amplitude atau intensity, merupakan tingkat keras pelannya bunyi, ditentukan oleh amplitudo. Satuan dari tingkat kekerasan diukur dalam satuan desibel (db). Unsur turunan dari amplitude adalah dinamika, crescendo, decrescendo, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tingkat kekerasan bunyi.
  4. Timbre, merupakan warna suara atau karakter bunyi. Keragaman suara ini ditentukan oleh harmonic series. kita dapat mengenali suara gitar, biola, trumpet, suling, dan lain sebagainya dikarenakan timbre yang berbeda beda. Begitupun suara manusia memiliki timbre yang berbeda beda sehingga kita dapat membedakan suara teman kita walaupun tanpa melihat wajahnya.
Diam, hanya memiliki satu unsur saja yaitu :
  1. Duration. Diam hanya bisa ditentukan lamannya dalam waktu tertentu. tidak ada pitch, amplitude, dan timbre dalam diam.


5 Batasan Dalam Menentukan Definisi Musik (Michael B. Bakan)

5 Batasan Dalam Menentukan Definisi Musik (Michael B. Bakan)

Bila kita hanya mendefinisikan musik sebagai “bunyi yang enak didengar” maka akan muncul berbagai macam cara pandang yang berbeda dan sangat beragam. Kata “enak” sangat bersifat subjektif tergantung dari berbagai macam faktor. Ketika mendengarkan bunyi-bunyian sebagian orang mengatakan itu adalah musik, sebagian lainnya mungkin mengatakan bukan musik hanya sekedar bunyi berisik, dan sebagian lainnya dilematis dalam membedakan musik, sekedar kata-kata, atau do’a, bagian kelompok tertentu menyebutkan doa mereka memang berupa musik namun ada pula kelompok tertentu yang melarang dengan keras mengatakan bahwa doa mereka tidak boleh disebutkan bagian daripada musik.
Professor of Ethnomusicology, Florida State University

Definisi tentang musik sulit untuk disimpulkan dan dibuat ke dalam satu definisi baku yang yang harus disepakati oleh semua orang. Karena bila dilihat dari proses penciptaannya musik berkembang bersama budaya dalam kelompok masyarakat tertentu, dan budaya setiap negara sangat beragam sehingga karya musik yang dihasilkannya pun beragam pula. Bahkan dalam lingkup yang lebih sempit pun dapat menghasilkan karya musik yang beragam pula, misal di setiap daerah di provinsi jawa barat memiliki beragam jenis musik yang khas di setiap wilayahnya. Bahkan apabila dikaji lebih rinci kita akan menemukan perbedaan dalam budaya yang sama, contohnya alat musik kecapi yang dimiliki oleh seniman-seniman karawitan di jawa barat memiliki perbedaan cara penyetemannya. Nada-nada yang ada pada kecapi “seniman A” mungkin memiliki sedikit perbedaan dengan nada-nada pada kecapi “seniman B” hal itu dikarenakan rasa nada “seniman A” sedikit berbeda dengan rasa nada “seniman B”. Walaupun terdapat perbedaan tidak ada kata mana yang paling benar, karena setiap individu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu budaya dan karya seni tergantung dari intuisi masing-masing.

Oleh karena itu mustahil apabila kita mengkaji sebuah definisi tanpa mengetahui peranannya dalam budaya (khususnya definisi yang berkaitan dengan seni), namun bukannya budaya di setiap tempat berbeda? Bukankah setiap individu pun memiliki cara pandang masing-masing terhadap budaya? Ya, itulah sebabnya definisi musik tidak dapat dibuat menjadi satu definisi baku yang dianggap paling benar, karena definisi baik yang diutarakan para ahli maupun pendapat personal merupakan cara pandang mereka masing-masing berdasarkan latar belakang budaya dan intuisi yang dibangun selama hidupnya, dan itu sah-sah saja selama masih dalam koridor keilmuan.

Dengan demikian dirasa perlu untuk membuat beberapa batasan ketika kita akan mempelajari definisi musik, sehingga kita akan memiliki kesamaan persepsi. Berikut ini adalah kutipan dan terjemahan bebas dari buku “ World Music :Traditions and Transformations” karangan Michael B. Bakan seorang professor dari Florida State University.
Mari kita samakan persepsi bahwa :
  • 1. Bahan dasar dari segala jenis musik adalah bunyi (dan tidak bunyi/diam)
Semua musik yang ada dalam kehidupan kita berasal dari bunyi, apakah bunyi dari alat musik saja? Tidak! Semua bunyi-bunyian dapat dijadikan bahan dasar musik. Dan yang tidak boleh terlupakan adalah diam, merupakan bahan dasar dari musik yang terkadang dilupakan banyak orang. Seberapa pentingkah diam? Resapi kalimat berikut : tanpa diam maka tidak akan ada perbedaan bunyi namun tanpa bunyi maka itulah diam.
  • 2. Musik merupakan bunyi dan diam yang diatur/diolah dengan berbagai cara
Bunyi dan diam dalam musik tidak dibiarkan begitu saja terjadi namun diatur dan dipilih bunyi apa saja yang akan dihadirkan kapan diberhentikan dan dimainkan kembali, kapan bunyi tersebut digabungkan dengan dengan bunyi yang lainnya. Jadi bunyi dan diam dalam musik diolah atau diatur dengan suatu ‘cara tertentu’.
  • 3. Pengaturan/pengolahan bunyi dan diam tersebut dilakukan oleh manusia, sehingga merupakan bunyi-bunyian yang terorganisir dan bersifat manusiawi (dapat diindra)
Tentu saja cara untuk mengatur dan mengolah bunyi dan diam dalam musik dilakukan oleh manusia, hal inilah yang membedakan musik dengan bunyi-bunyian yang lain. Apakah bunyi nyaring pukulan paruh burung pelatuk dapat dikatakan musik? Tentu saja bukan karena tidak diolah oleh manusia, kecuali bunyi yang dihasilkannya direkam kemudian dijadikan salah satu bahan bunyi dalam musik yang dibuat oleh manusia. Bukankah bunyi yang didapat sama? Betul, namun siapakah yang merekam bunyi tersebut? Manusia, bukan? Campur tangan manusia menjadikan bunyi apapun dapat diolah menjadi musik sehingga menjadi bunyibunyian yang terorganisir.
Bunyi dalam musik bersifat manusiawi, dalam hal ini bunyi dapat diindra dengan baik oleh manusia. Tingkat kekerasan bunyi pun harus bersifat manusiawi, musik dengan intensitas (tingkat kekerasan) dibawah 10 dB yang sulit didengar atau diatas 140 dB yang bisa menghancurkan gendang  telingamu bukanlah musik yang manusiawi.
  • 4. Musik berasal dari niat manusia (bukan suatu ketidaksengajaan-kebetulan), dan dibuat berdasarkan persepsi manusia (dimengerti oleh pembuatnya)
Musik dibuat dengan sengaja, lebih tepatnya diawali oleh niat, yakni niat menghasilkan bunyi untuk bermusik. Bunyi yang terjadi bukan karena niat bukanlah musik, misal bunyi knalpot dari kendaraan bukanlah musik karena pengemudi tidak berniat menjadikan bunyi tersebut sebagai musik, kecuali dengan sengaja membuat corcerto  untuk karya dengan judul “nyanyian knalpot”.
  • 5. Istilah musik tidak dapat dipungkiri terkait dengan budaya barat (Western culture) dan penjabarannya tentu terpengaruh oleh asumsi dan cara pandang orang barat terhadap musik.
Musik merupakan organisasi atau penyusunan bunyi dan diam yang sengaja dilakukan manusia namun tidak semua kegiatan penyusunan bunyi dan diam dapat dikatakan sebagai musik. Karena pada beberapa tempat di luar kebudayaan barat tidak diperkenankan menganggap kegiatan tersebut sebagai musik. Contoh, Adzan; lantunan merdunya tidak dapat dikatakan sebagai musik karena tidak terlahir dalam kebudayaan barat, dan tidak berhak kalangan tertentu menyebutnya sebagai musik karena bukan produk atau turunan dari kebudayaan barat.

 Ada seorang teman yang "seniman" mengatakan; kamu tidak perlu sibuk mencari definisi yang penting berkarya. Namun saya kembalikan; "Apakah arti sebuah karya tanpa definisi"

Musik Menurut Para Ahli

Musik Menurut Para Ahli

Membuat definisi yang akurat tentang musik merupakan hal yang masih diperbincangkan oleh para ahli walaupun sepintas musik itu merupakan hal yang sangat familiar dalam kehidupan kita namun mendefinisikan musik ternyata cukup sulit daripada yang kita bayangkan.

Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang definisi musik :
  • David Ewen
Musik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nadanada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional
  • Suhastjarja
Musik ialah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan
  • Adjie Esa Poetra
Musik merupakan bunyi yang teratur, bukan saja bersifat moral normatif, melainkan juga diakui selaras berdasarkan penghitungan para ahli ilmu fisika
  • Ponoe Banoe
musik yang berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia.
  • Jamalus
musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.
  • Sylado
musik adalah waktu yang memang untuk didengar. Musik merupakan wujud waktu yang hidup, yang merupakan kumpulan ilusi dan alunan suara. Alunan musik yang berisi rangkaian nada yang berjiwa akan mampu menggerakkan hati para pendengarnya.
Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama
  • Bernstein and Picker (1972)
Musik adalah suara-suara yang diorganisasikan dalam waktu dan memiliki nilai seni dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan ide dan emosi dari komposer kepada pendengarnya
  • Eagle Jr, 1996
Eagle mengatakan musik sebagai organisasi dari bunyi atasu suara dan keadaan diam (sounds and silences) dalam alur waktu dan ruang tertentu.

Cabang Seni

Cabang Seni

Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman selalu berhubungan dengan media yang dipilih, teknik yang dipergunakan, serta cara untuk menikmatinya. Berdasarkan hal tersebut, seni dapat dibagi menjadi seni audio, seni visual, dan seni audio visual.
Seni audio (auditory art) Seni audio adalah seni yang dapat dinikmati dengan indera pendengaran (telinga). Contoh seni audio adalah sebagai berikut:
  • Seni musik, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada. Misalnya pertunjukan gamelan, atau pertunjukan piano.
  • Seni sastra, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui kata. Misalnya : pembacaan puisi atau pun drama.
  • Seni suara, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada dan kata. Misalnya : pertunjukan paduan suara.
Seni visual (visual art). Seni visual adalah seni yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan (mata). Contoh dari seni visual antara lain adalah sebagai berikut :
  • Seni dua dimensi, yang meliputi : garis, cahaya, warna, bentuk, dan gerak. Misalnya : seni lukis, seni grafis, dan seni sinematologi.
  • Seni tiga dimensi, yang meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba. Misalnya : seni patung, arsitektur, seni tari, dan pantomime. 
Seni audio visual (auditory visual art) Seni audio visual yaitu seni yang dapat dinikmati oleh indera pendengaran dan indera penglihatan. Contoh dari seni audio visual antara lain adalah sebagai berikut ini :
  • Seni tari, merupakan perpaduan gerak dan nada.
  • Seni drama, merupakan perpaduan dari gerak, kata, dan visual. 
  • Seni opera, merupakan perpaduan dari gerak, nada, dan visual.

Pembagian seni secara umum berdasarkan unsur yang diolahnya dibagi menjadi lima cabang, yaitu sebagai berikut ini :
  • 1. Seni rupa
Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indera penglihatan (visual) dan peraba. Contoh hasil karya seni rupa adalah : lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.
  • 2. Seni musik
Karya seni musik dapat dinikmati dengan indera pendengaran (auditory) yang dibentuk dari permainan berbagai macam bunyi-bunyian.
  • 3. Seni tari
Seni tari adalah seni yang diwujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama, tertentu sehingga menimbulkan gerakan yang indah dan mepesona. Karya seni ini dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran (audio visual) bila digabungkan dengan seni musik.
  • 4. Seni teater
Seni teater adalah seni yang memadukan unsure gerakan dan kata. Biasanya dalam teater terdapat naskah, penokohan, latar, tempat, dan alat pengiring. Seni teater dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran (audio visual).
  • 5. Seni sastra
Seni sastra adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estetis untuk mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa, puisi, dan drama.

Kesimpulan : Apakah Itu Benda Seni? (2)

Kesimpulan : Apakah Itu Benda Seni? (2)

Seperti yang telah disampaikan pada postingan sebelumnya yakni salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mempermudah dalam memahami sebuah definisi sebuah benda maka kita cari  antonim dari kata tersebut sehingga dapat diketahui poin utama yang menjadi pembeda diantara keduanya, sehingga dengan mudah kita menyusun sebuah definisi. Antonim dari seni adalah bukan seni, sehingga akan terdapat dua golongan benda yakni benda seni dan bukan benda seni.
Sekedar mengingatkan pada postingan sebelumnya disebutkan bahwa suatu benda dapat dikatakan seni apabila benda tersebut dapat merangsang salah satu indra manusia dan diproses lebih dominan melalui instuisi sehingga pikiran dan indra yang lain merasakannya secara imajinatif, arti kata lain dari merasakan secara imajinatif ini sering disebut dengan makna dari sebuah seni.
Sedangkan benda yang bukan seni tidak dominan diproses oleh intuisi untuk memahaminya. Benda tersebut merangsang suatu indra untuk diproses oleh intelegensi dan sedikit intuisi kemudian diterjemahkan oleh pikiran dan indra yang lain secara real.

 Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa :
“Suatu benda dapat dikatakan bukan seni apabila benda tersebut merangsang salah satu indra manusia dan diproses oleh intelegensi kemudian diterjemahkan oleh pikiran secara real”
Dalam memahami seni tidak hanya membutuhkan intuisi saja terkadang dibutuhkan juga kecakapan intelegensi terutama untuk seni yang menggunakan simbol diskursif. Seni yang kental dengan simbol diskursif adalah seni sastra. Terkadang dalam seni musik, tari, dan teater pun terdapat simbol diskursif. Seni yang mengandung simbol diskursif adalah yang memuat unsur penggunaan bahasa didalamnya.
Istilah simbol diskursif disampaikan oleh SusanneK. Langer merupakan seorang filsuf yang berasal dari daratan Amerika membuat dua macam cara pembedaan simbol, pertama simbol diskursif (discursive symbol) dan kedua simbol presentasional atau penghadir (presentational symbol).
               Simbol Diskursif adalah simbol yang cara penangkapannya mempergunakan nalar atau intelek, oleh sebab itu disebut juga simbol nalar, penyampaian hal apa yang akan diungkapkan berlangsung secara berurutan, tidak spontan, simbol dengan logika modern menganalisis pertanyaanpertanyaan. Satu-satunya yang tergolong pada simbol diskursif adalah bahasa, baik itu bahasa sehari, bahasa filsafat, dan bahasa ilmu, dalam simbol diskursif terkandung suatu struktur yang dibangun oleh kata-kata menurut hukum tata bahasa dan sintaksis, pengabaian terhadap hukum tersebut menyebabkan kalimat kehilangan maknanya atau tak dapat dipahami.
               Sedangkan pada simbol presentasional merupakan kebalikan dari simbol diskursif, cara pengungkapannya tidak memerlukan intelektual, artinya dengan spontan menghadirkan apa yang dikembangkannya. Simbol presentasional tidak tergantung kepada hukum yang mengatur hubungan unsur-unsurnya, akan tetapi dengan intuisi atau perasaan. Simbol presentasional dapat berdiri sendiri sebagai simbol yang penuh, artinya bukan dibangun dari suatu konstruksi atau secara bertahap, melainkan suatu kesatuan yang bulat dan utuh, contohnya adalah kreasi manusia, seperti tarian, lukisan, ornamen, dan lain sebagainya, maknanya tidak ditangkap dengan logika, tetapi dengan intuisi langsung.


Kesimpulan : Apakah Itu  Benda Seni?

Kesimpulan : Apakah Itu Benda Seni?


Bila kita simpulkan berbagai pendapat dari para ahli tersebut, maka cara pandang kita terhadap seni bisa kita sederhanakan dengan melihat seni sebagai sebuah kreasi manusia. Seni sebagai kreasi tidak terlepas dari adanya creator (seniman) dan appreciator (penikmat).
Kemudian untuk mempermudah dalam memahaminya kita gunakan antonim dari kata tersebut sehingga dapat diketahui poin utama yang menjadi pembeda diantara keduanya, sehingga dengan mudah kita menyusun sebuah definisi. Antonim dari seni adalah bukan seni, sehingga akan terdapat dua golongan benda yakni benda seni dan bukan benda seni.
Lalu apa perbedaan antara benda seni dan benda yang bukan seni?
Suatu benda dapat dikatakan seni apabila benda tersebut dapat merangsang salah satu indra manusia dan diproses lebih dominan melalui instuisi sehingga pikiran dan indra yang lain merasakannya secara imajinatif, arti kata lain dari merasakan secara imajinatif ini sering disebut dengan makna dari sebuah seni.

Berikut contoh tahapannya :
1.    Karya seni diterima oleh salah satu indra
Misal kita mendengarkan musik instrumental My memory
2.    Selanjutnya diproses lebih dominan melalui instuisi
Rangkaian nadanya seolah olah membawa kita ke suasana tertentu. prase suasana tertentu merupakan kegiatan dari intuisi. Atau dengan susana yang digambarkan dalam kata seperti : sedih, romantis, damai, dll.
3.    Pikiran dan Indra yang lain merasakan secara imajinatif :
Sehingga dengan mendengarkan lagu tersebut serasa kita berada di tempat tertentu. Misal, serasa berada di tempat yang yang sejuk (seolah-olah indra perasa merasakan dingin) dan tenang, atau berada di suatu malam yang sepi dan menyendiri di tengah hutan pinus (seolah olah indra penglihatan melihat sebuah suasana), dll. Pada kenyataanya suasana tersebut bersifat imajinatif, karena pada saat anda mendengarkan lagu di atas sebenarnya anda berada di depan laptop atau gadget bukan berada di tempat yang yang sejuk dan tenang apalagi berada di suatu malam yang sepi dan menyendiri di tengah hutan pinus. 

            Contoh lain yang lebih sederhana :


gambar pemandangan
Misal, seorang guru bertanya “anak-anak, gambar apakah ini?”
“gambar pemandangan bu” jawab anak-anak
“ada apa saja disana?” tanya bu guru
“sawah bu!”
“gunung”
“petani”
“gubuk”
“pohon kelapa, bu”
“Bagaimana suasana di sana?” tanya bu guru
“tenang”
“damai”
“udaranya segar bu!”
Jawab anak-anak dengan riang.
Berdasarkan dialog di atas maka
1.    Karya seni diterima oleh salah satu indra
Anak anak melihat gambar dengan indra penglihatan
2.    Selanjutnya diproses lebih dominan melalui instuisi
Intusi mereka bekerja ketika anak anak menjawab pertanyaan bu guru dan menyebutkan gambar pemandangan.
3.    Pikiran dan Indra yang lain merasakan secara imajinatif :
Secara spontan mereka menyebutkan benda yang ada di sana. Seperti sawah, gunung, petani, gubuk, dan pohon kelapa. Bahkan mereka bisa membayangkan suasana yang ada di sana dalam keadaan tenang, damai, dan memiliki udaranya yang segar. Mereka menyebutkan sesuatu yang imajinatif. Karena secara real gambar tersebut hanyalah selembar kertas berwarna, namun karena intuisi bekerja maka sebuah kertas pun bisa memiliki beribu makna.
            Dengan demikian maka benda seni adalah :
“Suatu benda dapat dikatakan seni apabila benda tersebut dapat merangsang salah satu indra manusia dan diproses lebih dominan melalui instuisi sehingga pikiran dan indra yang lain merasakannya secara imajinatif”
            Lalu apakah perbedaan dengan benda yang bukan seni? Simak jawabannya di postingan berikut ini.
Catatan :
Kesimpulan di atas bukanlah sebuah kebenaran mutlak, kesimpulan tersebut bukan dibuat oleh para ahli atau pakar yang berhak membuat sebuah definisi (setidaknya dia seorang ahli seni, seorang Doktor, profesor, atau ahli bahasa). Kesimpulan di atas saya rumuskan sendiri dikarenakan ketidak-puasan dengan berbagai definisi seni menurut para ahli yang terkadang sulit dimengerti berdasarkan keterbatasan ilmu yang saya miliki.




Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Bebagai ahli baik itu praktisi dan maestro seni ataupun ahli bahasa mendefinisikan seni dengan berbagai definisi yang beragam. Mulai dari definisi yang simpel dengan kalimat sederhana yang mudah dicerna hingga definisi yang penuh arti dengan disertai kata-kata filosofi sehingga sulit untuk dimengerti.
Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan, dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian.
 Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir. Seni tidak hanya mencakup musik, namun juga mencakup seni rupa, tari, teater dan sastra.
Dikarenakan banyaknya definisi tentang seni, kita akan menggolongkan bebagai pendapat para ahli kedalam dua kategori yakni : redaksi kalimat praktis dan redaksi kalimat filosofis
Berikut ini adalah definisi seni dengan redaksi kalimat praktis :
  • Thomas Munro
seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang menyimaknya
  • Ki Hajar Dewantara
seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakan jiwa perasaan manusia
  • Drs Popo Iskandar
seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.
  • Enslikopedia Indonesia
seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihatnya atau mendengarnya.
  • Eric Ariyanto
seni adalah kegiatan rohani atau aktivitas batin yang di refleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain yang melihat atau mendengarkannya.

Setelah kita menyimak dan menyimpulkan definis seni dari para ahli dengan redaksi kalimat yang praktis, selanjutnya marilah kita simak pendapat ahli yang lain dengan redaksi kalimat yang lebih kompleks dan filosofis.
  • Alexander Baum Garton
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
  • Aristoteles
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
  • Immanuel Kant
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
  • Akhdiat K. Miharja
seni sebagai kegiatan rohani manusia yang merefleksi realitet (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani penerimanya.
  • Prof. Drs. Suwaji bastomi
seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.
  • Schopenhauer
seni adalah segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Menurutnya tiap orang senang dengan seni musik meskipun seni musik adalah seni yang paling abstrak
  • Sukaryono (1988:7)
ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang dikomunikasikan.
  • Soedarso SP ( Mike Susanto, 2002:101)
karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.
  • Immanuel Kant (1724-1804)  
menganalisis karakternya dalam 3 kategori yaitu :
  1. Seni dibedakan dari alam, sebab seni mengandaikan suatu tindakan perbuatan (facere), sementara alam hanyalah suatu tindakan. Hasil seni terwujud sebagai karya, sedangkan alam adalah operasi (effectus).
  2. Seni dibedakan dengan ilmu karena seni bertolak dari "kemampuan" (fakultas) praktis, sedangkan ilmu merupakan hasil operasi dari fakultas teoritis.
  3. Seni dibedakan dengan kerajinan tangan (craft) karena seni bersifat bebas sedangkan kerajinan tangan bersifat industri.
  • G.W.F Hegel (1770-1831)
seni adalah medium material sekaligus faktual. Keindahan karya seni bertujuan menyatakan kebenaran. Baginya kebenaran adalah "keseluruhan". Sehubungan dengan gagasan kebenaran yang dikemukakannya, karya seni adalah presentasi indrawi dari ide mutlak (Geist) tingkat pertama. Dalam pemikiran Hegel, ide atau roh subyektif dan roh obyektif senantiasa berada didalam ketegangan. Ide-ide mutlak mendamaikan ketegangan ini. Maka sebagai ide mutlak tingkat pertama pada seni roh subyektif dan roh obyektif didamaikan. Subyek dan obyek kemudian berada didalam keselarasan sempurna.
  • Herbert Read (1962) 
mengatakan bahwa lahirnya sebuah karya seni melalui beberapa tahapan sebagai suatu proses.
    Tahap pertama, pengamatan kualitas-kualitas bahan seperti tekstur, warna dan banyak lagi kualitas fisik lainnya yang sulit untuk didifinisikan.
    Tahap kedua, adanya penyusunan hasil dari pengamatan kualitas tadi dan menatanya menjadi suatu susunan.
    Tahap ketiga, proses suatu objektifikasi dari tahapan-tahapan di atas yang berhubungan dengan keadaan sebelumnya. Keindahan yang berakhir pada tahapan pertama belum dapat disebut seni, karena seni jauh telah melangkah ke arah emosi atau perasaan. Seni telah mengarah pada ungkapan sebagai “pengekspresian” dengan tujuan untuk komunikasi perasaan.
  • Walter Benyamin (1892-1940)
seni merupakan sarana politik hubungan-hubungan produktif untuk mencapai kerukunan dunia. Gagasannya tentang seni dan berkesenian terkait erat dengan apa yang disebutnya politik gambar-gambar bersifat kiasan (allegorical).
  • F. Carrit
sebagai suatu proses kreatif dan ekspresi suasana hati, perasaan, atau spirit. Terdapat dua bagian konsensus dalam hal ini : Pertama, bahwa seni adalah ekspresi. Kedua, bahwa seni adalah spirit, perasaan,atau suasana hati yang diekspresikan.
  • Jean Francois Lyotard (1924-1988)
tokoh post-modern akhir abad ke-20,
menghakekati seni sebagai intensitas energik. Menurut pendapatnya, seni sebagaimana dengan filsafat tidak terkait dengan permasalahan makna, identitas, dan kebenaran. Energi seni adalah dorongan yang tidak dikendalikan oleh nalar maupun kesadaran. Selain mengandung kapasitas yang tak ternalarkan dan terwujudkan, seni juga memiliki daya ledak yang tinggi yang mampu membuat peristiwa. Oleh karena itu, seni sebaiknya tidak menyesuaikan diri dengan keadaan. Namun sebaliknya, mengikuti daya energiknya untuk mencapai keluhuran (sublimitas).
  • Morrist Weist
menyimpulkan bahwa seni sangat kompleks dan beraneka untuk direduksikan kepada suatu defenisi. Sependapat dengan Weist, Wittgenstein (1973), menekankan bahwa seni seperti juga dengan agama, tidak dapat direduksikan kedalam batasan yang sederhana.

Begitu banyak pendapat para ahli tentang definisi seni, mereka berusaha untuk menyimpulkan semua kegiatan manusia yang disebut seni kedalam sebuah kalimat yang dapat mewakili dan menjelaskan dengan baik.
Dengan banyaknya pendapat maka dibutuhkan adanya kesimpulan mengenai apakah itu SENI? Silakan menuju ke postingan berikut ini.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik